Database SQL dan NoSQL, Pilih Yang Mana? – Think Like a Pro!

Database SQL dan NoSQL
Database SQL dan NoSQL

Apa Itu SQL?

SQL atau kepanjangan dari Structured Query Language, adalah bahasa yang digunakan untuk mengelola database.

Dengan bahasa tersebut, kita bisa memberikan perintah untuk membuat, mengubah, dan mengakses sebuah data di dalam database.

SQL juga dapat kita digunakan untuk membuat ataupun mengubah struktur database itu sendiri, seperti membuat tabel ataupun menambahkan kolom baru pada tabel database yang sudah ada.

Database SQL adalah sebuah database yang menggunakan SQL sebagai bahasa pemrogramannya. Masing-masing database memiliki fitur dan kelebihan tersendiri, tetapi semuanya menggunakan SQL sebagai bahasa untuk mengelola data dalam database.

Apa Itu NoSQL?

Kebalikannya dari SQL, Database berbasis NoSQL sendiri adalah database yang tidak menggunakan bahasa query struktur (SQL) sebagai bahasa pemrogramannya.

Sebaliknya, NoSQL menggunakan bahasa yang lebih sederhana atau lebih fleksibel untuk mengelola data dalam database.

NoSQL dapat mengelola data yang lebih besar dan lebih kompleks dibandingkan database SQL, NoSQL biasanya lebih cocok digunakan untuk menangani sebuah data yang terus-menerus berubah (Realtime Transaction) dan juga memiliki struktur data yang tidak teratur.

Kelebihan

Kelebihan Database SQL

Ada beberapa kelebihan utama yang dimiliki oleh database SQL dibandingkan dengan NoSQL. Antara lain:

  1. Struktur Data dan Relasi
    Database SQL memiliki struktur data yang jelas dan terorganisir, dengan tabel yang terdefinisi secara eksplisit dan kolom yang memiliki tipe data yang lebih spesifik.
    Sehingga bisa memudahkan pengguna untuk memahami dan mengelola data yang ada.
  2. Query System
    SQL menyediakan system query yang lebih kuat dan fleksibel dibandingkan dengan system query yang tersedia di beberapa database NoSQL.
    Hal ini memudahkan pengguna untuk mengambil data yang lebih spesifik dari database dengan mudah.
  3. Transaction Security
    Database berbasis SQL menyediakan dukungan transaksi, yang artinya memungkinkan pengguna untuk melakukan beberapa operasi database sekaligus sebagai satu unit yang terintegrasi.
    Jika terjadi error selama transaksi, semua operasi yang telah dilakukan akan dibatalkan, sehingga menjaga integritas data itu sendiri.
    Contohnya, jika kita ingin melakukan update Foreign-Key dan terjadi miss match ID, maka secara otomatis mereka akan membatalkan transaksi tersebut.
    Sehingga tidak akan ada yang berubah dalam database kita karena ketidakcocokan data yang diinput oleh pengguna.
  4. Database Scaling
    Beberapa database SQL dapat kita scale secara vertikal (dengan cara menambahkan hardware yang) atau horizontal (yaitu dengan cara menambahkan server).
    Hal Ini memungkinkan pengguna untuk mengelola jumlah data yang lebih besar untuk menangani lebih banyak permintaan pengguna dibandingkan dengan beberapa database NoSQL.

Kelebihan Database NoSQL

Tidak hanya SQL, NoSQL juga memiliki kelebihan-kelebihan tersendiri. Yang tentunya sangat berguna untuk membangun realtime transaction (tergantung pada aplikasi yang kita bangun).

Beberapa kelebihan utama yang dimiliki oleh database NoSQL dibandingkan dengan database SQL yaitu:

  1. Flexibility
    Database berbasis NoSQL tidak memiliki struktur data yang terdefinisi secara eksplisit seperti halnya SQL, sehingga lebih fleksibel dalam menangani data yang memiliki struktur yang tidak teratur atau secara terus-menerus berubah.
    Contohnya seperti real time live chat, online gaming, dan masih banyak lagi.
  2. Scalability
    Beberapa database NoSQL dapat kita scale secara horizontal dengan lebih mudah dibandingkan dengan database SQL, karena tidak terikat pada struktur data yang terdefinisi secara eksplisit seperti halnya SQL.
  3. Better Performance
    Karena tidak terikat pada struktur data yang terdefinisi secara eksplisit, beberapa database NoSQL dapat memberikan performa yang lebih baik dalam menangani data yang terus-menerus berubah atau memiliki struktur yang tidak teratur.
    Oleh karenanya, tidak heran jika banyak Big Data yang menggunakan NoSQL.
  4. Data Distribution
    Beberapa database NoSQL dapat mengelola data yang terdistribusi di beberapa lokasi server secara efisien, sehingga cocok untuk aplikasi berskala besar yang mengharuskan realtime transaction.

Yang Termasuk Database SQL

Lalu apa saja jenis database yang masuk dalam kategori SQL?

Beberapa contoh database SQL populer adalah:

  1. MySQL
    Database open-source yang banyak digunakan untuk aplikasi web. MySQL bisa dibilang adalah database yang paling popular dalam kategori database SQL karena kecepatan yang dimilikinya.
    Tersedia versi berbasar dan enterprise.
  2. PostgreSQL
    Database open-source yang dikembangkan untuk keperluan komersial dan akademis.
    Tidak heran jika banyak perusahaan besar yang menggunakan Postgre.
    PostgreSQL lebih banyak digunakan untuk aplikasi berskala besar setelah MySQL karena mereka dapat menghandle database yang lebih complex dibandingkan MySQL.
  3. Microsoft SQL Server
    Database yang dikembangkan oleh Microsoft untuk digunakan pada sistem operasi Windows. Biasanya digabungkan dengan project berbasis .NET ataupun .NET Core dan Visual Basic.
  4. Oracle Database
    Database yang dikembangkan oleh Oracle Corporation (yang juga pemilik MySQL) untuk digunakan pada berbagai platform, termasuk Windows, Linux, dan Unix.
  5. SQLite
    Database open-source portable yang dapat diintegrasikan ke dalam aplikasi dengan mudah.
    SQLite sendiri sangat cocok digunakan untuk proses project development. Karena systemnya yang portable, hal ini sangat memudahkan seorang developer untuk menganalisa aplikasi yang sedang dibangun dari sisi database.
  6. MariaDB
    Database open-source yang merupakan fork alias turunan dari MySQL.
    Biasanya digunakan oleh WordPress sebagai default database mereka.
  7. Amazon Aurora
    Database cloud yang disediakan oleh Amazon Web Services (AWS).
  8. Azure SQL Database
    Database cloud yang disediakan oleh Microsoft Azure.
    Azure SQL Database menyediakan instance database yang dapat diakses melalui koneksi internet, sehingga pengguna tidak perlu mengelola infrastruktur hardware atau sistem operasi sendiri.
  9. Google Cloud SQL
    Database cloud yang disediakan oleh Google Cloud Platform. Seringkali digunakan untuk project Big Data oleh para Data Engineer dan Data Scientists

Yang Termasuk Database NoSQL

Ada beberapa database NoSQL yang paling sering digunakan untuk realtime application.

Beberapa contoh database NoSQL antara lain:

  1. MongoDB
    Database open-source yang menggunakan model data berbasis dokumen. Sama halnya dengan MySQL, MongoDB adalah database NoSQL yang paling banyak digunakan saat ini karena simplicity yang ditawarkannya.
    MongoDB juga sering kali digunakan untuk keperluan Big Data, seperti halnya Data Engineering dan Data Scientists
  2. Cassandra
    Database open-source yang menggunakan model data berbasis kolom. Facebook adalah perusahaan terbesar yang masih menggunakan Cassandra DB.
  3. Redis
    Database open-source yang menggunakan model data berbasis key-value. Redis terkenal dengan system caching-nya, sehingga membuatnya banyak digunakan oleh project-project skala besar.
  4. DynamoDB
    Database cloud yang disediakan oleh Amazon Web Services (AWS) dan menggunakan model data berbasis key-value, sama halnya seperti redis. Biasanya diintegrasikan dengan EKS atau Elastic Kubernetes Service.
  5. Azure Cosmos DB
    Database cloud yang disediakan oleh Microsoft Azure yang dapat menggunakan berbagai model data, termasuk dokumen, kolom, dan key-value.
  6. Google Cloud Firestore
    Database cloud yang disediakan oleh Google Cloud Platform dan menggunakan model data berbasis dokumen.
    Firestore menggunakan model data berbasis dokumen, yang memungkinkan pengguna untuk menyimpan data dalam bentuk dokumen JSON (JavaScript Object Notation) seperti halnya MongoDB.
    Dokumen tersebut dapat diakses dan diubah secara real-time, sehingga cocok untuk aplikasi yang membutuhkan synchronization data yang cepat.
  7. Couchbase
    Database open-source yang menggunakan model data berbasis dokumen.
  8. Neo4j
    Database open-source yang menggunakan model data berbasis grafik.
  9. ArangoDB
    Database open-source yang dapat menggunakan berbagai model data, termasuk dokumen, kolom, dan grafik.

Kapan Kita Memilih SQL?

Database SQL biasanya cocok untuk digunakan skenario / situasi seperti:

  1. Struktur Yang Jelas
    Jika aplikasi Anda membutuhkan struktur data yang jelas dan terorganisir, seperti tabel yang terdefinisi secara eksplisit dan kolom yang memiliki tipe data yang spesifik, maka database SQL mungkin pilihan yang tepat.
  2. Query Accuracy
    Jika aplikasi Anda membutuhkan bahasa query yang lebih kuat dan fleksibel untuk mengambil data yang spesifik dari database, maka database SQL mungkin pilihan yang tepat.
  3. Data Transaction
    Jika aplikasi yang kita bangun membutuhkan dukungan transaksi untuk melakukan beberapa operasi database sekaligus sebagai satu unit yang terintegrasi (Foreign-Key / Primary-Key), maka database SQL bisa menjadi pilihan yang tepat.
  4. Scale
    Jika aplikasi kita membutuhkan skala yang lebih baik untuk mengelola jumlah data yang lebih besar atau menangani lebih banyak permintaan pengguna, maka database SQL mungkin salah satu pilihan yang tepat.

Meskipun demikian, ada juga situasi di mana database NoSQL lebih cocok untuk digunakan.

Kapan Kita Memilih NoSQL?

Database NoSQL biasanya cocok untuk digunakan dalam situasi berikut:

  1. Data Struktur
    Jika aplikasi yang kita bangun memiliki struktur yang tidak teratur atau terus-menerus berubah secara real-time, maka database NoSQL mungkin pilihan yang tepat.
    Karena database berbasis NoSQL lebih fleksibel dalam menangani data dengan struktur yang tidak teratur.
  2. Scalability
    Jika aplikasi kita membutuhkan scalability horizontal untuk menghandle jumlah data yang terus bertambah atau permintaan pengguna terus menerus secara real-time, maka database NoSQL bisa menjadi pilihan yang tepat.
  3. Better Performance
    Jika aplikasi kita membutuhkan performa yang lebih baik untuk menghandle data yang terus-menerus berubah dan memiliki struktur yang tidak teratur, maka database NoSQL juga salah satu pilihan yang tepat. Karena tidak terikat pada struktur data yang terdefinisi secara eksplisit,

Conclusion

Jika kita seorang developer, tentunya kita harus paham betul kebutuhan seluk beluk untuk aplikasi yang akan kita bangun.

Karena database adalah hal pertama yang akan kita pertimbangkan sebelum membangun sebuah aplikasi bukan?

Referensi di atas dapat kita jadikan panduan untuk memilih kapankah waktu yang tepat bisa bisa menggunakan database SQL ataupun NoSQL.

Semoga membantu!


Baca juga:

Leave a Comment