Mengenal Istilah Perusahaan Startup Dan Konvensional – Think Like a Pro!

Contoh perusahaan startup dan konvensional di Indonesia
Perbedaan perusahaan startup dan konvensional

Perbedaan perusahaan startup dan konvensional mungkin tidak selalu dipahami oleh semua orang. Namun, ada beberapa poin-poin yang membedakan kedua jenis perusahaan tersebut.

Poin-poin Utama Perbedaan Perusahaan Startup dan Konvensional

Market-Fit

Pertama, perusahaan startup biasanya dikenal sebagai perusahaan yang baru dibentuk dan masih dalam tahap pengembangan, alias produk atau jasa yang akan dijual belum memiliki value atau nilai dalam industri yang akan digelutinya.

Sementara itu, perusahaan konvensional adalah perusahaan yang sudah lama ada dan telah menjadi bagian penting dari industri yang mereka miliki, atau bisa dikatakan, produk atau jasa mereka memang dibutuhkan dan telah berjalan di lapangan.

Skala Bisnis

Perbedaan perusahaan startup dan konvensional juga dapat dilihat dari skala bisnisnya.

Perusahaan startup biasanya masih berada dalam skala kecil (tergantung dari seberapa lama perusahaan ini berjalan) dan masih dalam tahap pengembangan, seperti pada point pertama.

Sementara itu, perusahaan konvensional sudah berada dalam skala “besar” dan telah menjadi senior dalam industri masing-masing.

Manajemen Bisnis

Selain itu, perbedaan antara perusahaan startup dan konvensional bisa kita amati dari bagaimana cara mereka menjalankan bisnis.

Perusahaan startup biasanya cenderung lebih inovatif dan berani mengambil risiko dalam mengembangkan produk atau jasa mereka. Atau dikenal dengan istilah bakar uang yang sering kita dengar.

Berbedan dengan perusahaan konvensional akan lebih memperhatikan setiap langkah yang akan mereka tempuh dan lebih berhati-hati dalam melihat kesempatan dan mengembangkan bisnis mereka.

Pengelolaan Keuangan

Selanjutnya adalah masalah pengelolaan keuangan atau finansial, perbedaan kedua jenis perusahaan ini bisa kita lihat dari bagaimana cara mereka mengelola keuangan.

Perusahaan startup biasanya masih mencari dana alias funding untuk mengembangkan bisnisnya, bahkan tidak jarang dari mereka yang masih hanya berupa ide.

Sementara itu, perusahaan konvensional telah memiliki dana yang cukup untuk mengembangkan bisnisnya karena bisnis yang mereka miliki telah berjalan stabil.

Pengelolaan SDM

Hal selanjutnya yang menjadi perbedaan perusahaan startup dan konvensional bagaiana cara mereka mengelola sumber daya manusia.

Perusahaan startup cenderung lebih fleksibel dalam mengelola sumber daya manusia yang dimiliki, sementara perusahaan konvensional lebih bersifat tradisional dan kaku.

Kedua hal di atas bukanlah acuan, hanya berdasarkan realita di lapangan dan tidak bisa menjadi patokan pasti.

Infrastruktur Teknologi

Perbedaan perusahaan startup dan konvensional lainnya juga dapat kita lihat dari infrastruktur teknologi yang dimiliki.

Perusahaan startup lebih cepat dalam mengadopsi teknologi baru, itulah sebabnya perusahaan startup akan menawarkan gaji yang “cukup tinggi” dibandingkan perusahaan konvensional.

Sementara perusahaan konvensional lebih lambat dalam mengadopsi teknologi baru, bahkan tidak jarang jika mereka masih menggunakan teknologi yang sangat jadul.

Masalah perbedaan gaji antara perusahaan startup dan konvensional tidak sepatutnya menjadi perbebatan lagi. Karena besaran gaji yang ditentukan tergantung dari masing-masing kebijakan perusahaan.

Resiko Perusahaan

Perbedaan perusahaan startup dan konvensional juga dapat dilihat dari cara mereka mengelola risiko. Perusahaan startup lebih berani mengambil risiko, sementara perusahaan konvensional lebih berhati-hati dalam mengambil risiko.

Regulasi Perusahaan

Regulasi perusahaan juga bisa kita gunakan untuk membedakan antara perusahaan startup dan konvensional.

Perusahaan startup biasanya lebih longgar alias fleksibel dalam merenapkan regulasi yang ada, sementara perusahaan konvensional lebih ketat dalam mengikuti regulasi yang berlaku.

Ekspansi Bisnis

Ekspansi bisnis juga menjadi salah satu perbedaan perusahaan startup dan konvensional.

Perusahaan startup biasanya masih berfokus pada pasar domestik dan masih mencari traksi bisnis dan market-fit, sementara perusahaan konvensional cenderung telah memiliki jaringan ekspansi yang luas, baik untuk jaringan nasional bahkan internasional.

Brand & Marketing

Hal lain yang membedakan kedua perusahaan tersebut juga dapat dilihat dari cara mereka mengelola branding.

Jika perusahaan startup masih dalam tahap membangun brand, perusahaan konvensional sudah telah brand yang kuat dan dikenal luas oleh masyarakat.


Dari beberapa point di atas, kita mengerti bahwa perbedaan perusahaan startup dan konvensional dapat dilihat dari berbagai aspek. Seperti skala bisnis, cara menjalankan bisnis, cara mengelola keuangan, sumber daya manusia, teknologi, risiko, regulasi, ekspansi dan branding.

Namun, perbedaan tersebut tidak menyatakan salah satu jenis perusahaan lebih baik dari yang lainnya, karena setiap jenis perusahaan memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Betul?….

Contoh Perusahaan Startup Dan Konvensional Di Indonesia

Contoh perusahaan startup dan konvensional di Indonesia
Contoh perusahaan startup dan konvensional di Indonesia

Contoh Perusahaan Startup di Indonesia

Contoh perusahaan startup di Indonesia yang sudah cukup dikenal adalah Gojek, Tokopedia, dan Traveloka.

Gojek misalnya, merupakan perusahaan yang menyediakan layanan ojek online yang menjadi solusi transportasi bagi masyarakat di Jakarta dan kota-kota lain di Indonesia.

Tokopedia merupakan perusahaan yang menyediakan platform jual beli online yang memudahkan masyarakat dalam berbelanja.

Traveloka merupakan perusahaan yang menyediakan layanan pemesanan tiket pesawat, hotel, dan kereta api secara online.

Contoh Perusahaan Konvensional atau Korporat di Indonesia

Sedangkan contoh perusahaan konvensional di Indonesia adalah Bank BRI, Indofood, dan Astra.

Bank BRI adalah bank milik negara yang sudah lama ada dan telah menjadi bagian dari industri perbankan di Indonesia.

Indofood juga menjadi salah satu perusahaan konvensional swasta yang ada di Indonesia. Indofood merupakan perusahaan yang bergerak di bidang makanan dan minuman yang sudah lama ada di pasar Indonesia.

Astra juga menjadi salah satu perusahaan konvensional terbesar di Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang otomotif dan jasa ini sudah lama ada dan di Indonesia telah menjadi raksasa di industri otomotif.


Dari contoh-contoh di atas, kedua jenis perusahaan tersebut juga memiliki kesamaan dalam hal kontribusi yang diberikan terhadap perekonomian Indonesia.

Baik perusahaan startup dan perusahaan konvensional tentu sama-sama memiliki peran penting dalam memajukan ekonomi Indonesia.

Baca juga:

Hal-hal yang wajib diketahui dalam dunia startup

Sumber Dana Perusahaan Startup Dan Konvensional

Mengenal Istilah Perusahaan Startup Dan Konvensional - Think Like a Pro!
Sumber dana menjadi salah satu yang membedakan antara perusahaan startup dan konvensional

Hal lain yang membedakan antara perusahaan startup dan konvensional adalah perihal sumber dana alias modal.

Sumber pendanaan merupakan salah satu aspek penting yang membedakan perusahaan startup dan konvensional.

Startup

Sumber pendanaan yang biasa digunakan oleh perusahaan startup (biasa disebut funding) antara lain:

  1. Crowdfunding
    Perusahaan startup dapat mengumpulkan dana dari masyarakat melalui platform crowdfunding.
  2. Angel Investor
    Angel Investor sering kali dianggap sebagai malaikat oleh perusahaan startup karena kebaikan yang mereka miliki, perusahaan startup dapat mendapatkan dana dari investor yang biasanya berasal dari kalangan pribadi atau perusahaan.
  3. Venture Capital
    Venture capital (VC) adalah jenis dana yang digunakan untuk mendanai perusahaan yang masih dalam tahap awal atau pengembangan. Dana ini diberikan oleh perusahaan atau individu yang disebut venture capitalist, yang berfokus pada investasi pada perusahaan yang memiliki potensi pertumbuhan yang tinggi.
  4. Pendanaan dari pemerintah
    Perusahaan startup juga bisa mendapatkan pendanaan dari pemerintah melalui program-program yang ditawarkan

Konvensional

Sedangkan perusahaan konvensional memiliki sumber pendanaan yang lebih beragam dan stabil. Sumber pendanaan yang biasa digunakan oleh perusahaan konvensional antara lain:

  1. Pinjaman Bank
    Perusahaan konvensional dapat mendapatkan pinjaman dari bank dengan jaminan yang diberikan.
  2. Penjualan Saham
    Perusahaan konvensional dapat menjual sahamnya kepada publik untuk mendapatkan dana.
  3. Pendanaan Internal
    Perusahaan konvensional dapat menggunakan keuntungan yang didapat untuk mengembangkan bisnisnya.
  4. Pendanaan Investor
    Perusahaan konvensional juga bisa mendapatkan pendanaan dari investor yang berminat pada perusahaan tersebut.

Bisa dikatakan, biasanya perusahaan startup memerlukan dana yang lebih besar dibandingkan perusahaan konvensional untuk mengembangkan bisnisnya, tergantung dari jenis jasa ataupun produk yang akan mereka kembangkan. Namun, perusahaan konvensional juga tetap memerlukan dana yang tidak sedikit untuk ekspansi dan pengembangan bisnis mereka.

Sumber pendanaan yang berbeda antara perusahaan startup dan konvensional menunjukkan bahwa kedua jenis perusahaan tersebut memiliki kebutuhan yang berbeda dalam hal pendanaan.

Conclusion

Secara garis besar, perusahaan startup di Indonesia masih dalam tahap pengembangan dan memiliki potensi yang cukup besar untuk menjadi perusahaan raksasa di masa depan.

Sementara itu, perusahaan konvensional sudah berada di tahap yang stabil dan menjadi pendorong perekonomian di Indonesia.

Perbedaan perusahaan startup dan konvensional di Indonesia menunjukkan bahwa kedua jenis perusahaan tersebut saling melengkapi dan saling mendukung dalam meningkatkan ekonomi Indonesia.

Highlight: Perusahaan startup adalah perusahaan yang fleksibel, sedangkan perusahaan konvensional adalah perusahaan yang mengikuti tradisi dan cenderung kaku.


Baca juga:

Leave a Comment