5 Cara Menentukan Valuasi Perusahaan – Think Like a Pro!

Cara menentukan valuasi perusahaan
Cara menentukan valuasi perusahaan

Bagaimana cara menentukan valuasi perusahaan? Mungkin itulah menjadi pertanyaan untuk mereka yang ingin mencari pendaan alias funding.

Valuasi perusahaan adalah proses penentuan nilai dari sebuah perusahaan. Hal ini tentunya bisa digunakan untuk berbagai tujuan, seperti menentukan harga saham yang layak saat perusahaan melepas atau menjual saham baru, menentukan harga saham ketika perusahaan mengakuisisi atau diakuisisi oleh perusahaan lain, atau untuk menentukan harga jual dan harga beli saham perusahaan dalam transaksi jual beli saham biasanya ketika IPO alias Initial Public Offering atau ketika saham perusahaan tersebut dibuka untuk publik.

Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk menentukan valuasi perusahaan, seperti: metode Earnings Multiplier, metode Net Asset Value, metode Discounted Cash Flow, metode Comparable Company Analysis dan metode Price to Book.

Perlu diinget, metode-metode tersebut belum tentu cocok untuk diterapkan semua perusahaan, karena beberapa diantaranya lebih cocok untuk perusahaan tertentu dalam situasi tertentu, atau bisa kita sebut tergantung situasi dan kondisi dari pasar dan perusahaan tersebut.

Di bawah ini kita akan coba mendefinisikan satu persatu dari semua metode di atas tentang bagaimana cara menentukan valuasi perusahaan.

Baca juga: Perbedaan Perusahaan Startup dan Konvensional

Apa sih bedanya perusahaan startup dan konvensional?

Cara Menentukan Valuasi Perusahaan

Ada 5 cara menentukan valuasi perusahaan. Di bawah ini kami coba breakdown cara tersebut satu persatu agar memudahkan kita dalam memahami metode tersebut.

Valuasi perusahaan merupakan proses penentuan nilai sebuah perusahaan. Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk menentukan valuasi perusahaan, beberapa antaranya adalah:

Metode Earnings Multiplier

Metode ini menggunakan rasio laba bersih per saham (EPS) dibagi dengan harga saham untuk menentukan nilai per saham.

Metode ini memperhitungkan kinerja keuangan perusahaan dan mengasumsikan bahwa perusahaan yang memiliki kinerja keuangan yang baik akan dihargai lebih tinggi oleh pasar.

Metode ini terbilang cukup sederhana dan mudah digunakan, namun memiliki beberapa keterbatasan seperti tidak memperhitungkan arus kas di masa mendatang, risiko, serta kondisi pasar.

Metode Net Asset Value (NAV)

Metode Net Asset Value menghitung nilai perusahaan dengan menjumlahkan nilai aktiva perusahaan dikurangi dengan kewajiban, lalu dibagi dengan jumlah saham yang beredar.

Metode ini mengasumsikan bahwa nilai perusahaan sama dengan nilai aktiva bersih perusahaan.

Metode juga terbilang sederhana dan mudah untuk digunakan, kekurangan dari metode ini yaitu tidak memperhitungkan kinerja keuangan perusahaan dan dana kas perusahaan di masa depan.

Metode Discounted Cash Flow (DCF)

Metode Discounted Cash Flow (DCF) adalah metode valuasi perusahaan yang menentukan nilai perusahaan dengan menghitung arus kas yang diharapkan di masa depan dari perusahaan dan mengalikan dengan faktor diskon untuk mengkompensasi risiko.

Faktor diskon yang digunakan dalam metode ini biasanya adalah tingkat diskon yang diharapkan oleh investor dari tingkat pengembalian yang sama dari investasi yang berisiko sama.

DCF memperhitungkan arus kas yang diharapkan dari perusahaan, termasuk pendapatan, biaya, dan investasi yang diperlukan untuk mencapai arus kas tersebut. DCF mengasumsikan bahwa nilai perusahaan sama dengan present value dari arus kas yang diharapkan di masa depan.

DCF adalah metode yang kuat untuk menentukan valuasi perusahaan karena memperhitungkan kinerja keuangan perusahaan dan arus kas masa depan.

Namun, cara menentukan valuasi perusahaan metode ini cukup rumit dan memerlukan asumsi yang tidak selalu benar alias belum tentu bisa diandalkan, seperti proyeksi arus kas masa depan dan tingkat diskon yang digunakan.

Oleh karena itu, metode ini sering digunakan sebagai alat bantu dalam proses valuasi, bukan sebagai satu-satunya metode yang digunakan.

Metode Comparable Company Analysis (CCA)

Cara menentukan valuasi perusahaan dengan metode ini menentukan nilai perusahaan dengan membandingkan dengan perusahaan yang sejenis yang diperdagangkan di pasar saham.

Metode ini memperhitungkan kondisi pasar dan mengasumsikan bahwa perusahaan yang sejenis akan dihargai sama oleh pasar.

Namun, metode ini memiliki keterbatasan karena sulit untuk menemukan perusahaan yang sesuai untuk dibandingkan dan kondisi perusahaan yang dibandingkan mungkin berbeda.

Metode Price to Book (P/B)

Menentukan valuasi perusahaan dengan metode ini menghitung rasio harga saham dibandingkan dengan nilai buku saham yang beredar.

Metode ini mengasumsikan bahwa perusahaan yang memiliki nilai buku saham yang tinggi akan dihargai lebih tinggi oleh pasar. Namun, metode ini tidak memperhitungkan kinerja keuangan perusahaan dan arus kas masa depan.

Cara Manakah Yang Digunakan Untuk Menentukan Valuasi Perusahaan Startup?

5 Cara Menentukan Valuasi Perusahaan - Think Like a Pro!
Cara Menentukan Valuasi Perusahaan Startup

Metode valuasi yang paling sering digunakan untuk perusahaan startup adalah metode Comparable Company Analysis (CCA) dan metode Discounted Cash Flow (DCF).

Metode CCA sering digunakan untuk perusahaan startup karena perusahaan startup sering kali tidak memiliki kinerja keuangan yang stabil atau tidak memiliki riwayat keuangan yang panjang.

Metode ini membandingkan perusahaan startup dengan perusahaan yang sejenis yang diperdagangkan di pasar saham, sehingga dapat memberikan gambaran tentang valuasi perusahaan yang sepadan.

Metode DCF juga sering digunakan karena perusahaan startup seringkali tidak memiliki kinerja keuangan yang stabil. Metode ini memperhitungkan arus kas masa depan yang diharapkan dari perusahaan dan mengalikan dengan faktor diskon untuk mengkompensasi risiko.

Metode ini dapat memberikan valuasi yang lebih akurat dibandingkan metode lainnya untuk perusahaan startup yang memiliki prospek arus kas yang baik.

Namun, metode ini cukup rumit dan memerlukan asumsi yang tidak selalu dapat diandalkan.


Baca juga:

Leave a Comment