Ingin Merintis StartUp? Pahami 5 Langkah Ini! – Get Excited

5 Langkah merintis startup
5 Langkah merintis startup

Ingin merintis startup? Pahami 5 langkah ini supaya kamu tidak masuk jurang kehancuran!

Startup bisa kita ibaratkan seperti perusahaan muda yang baru lahir dan baru saja dibentuk, dan masih dalam tahap awal perkembangannya.

Startup biasanya didirikan oleh sekelompok entrepreneur yang menciptakan ide bisnis inovatif atau karena berhasil memecahkan masalah yang belum terpecahkan di lapangan.

Startup seringkali berfokus pada produk atau jasa yang masih dalam tahap percobaan dan pengembangan, serta berusaha untuk menemukan model bisnis yang stabil dan scalable, atau biasa disebut MVP.

Startup cenderung memiliki risiko yang cukup tinggi dibandingkan perusahaan yang sudah berjalan lama, terutama perusahaan konvensional. Namun, ketika startup berhasil mendapatkan traksi, serta Product-Market Fit telah berjalan, mereka dapat menjadi perusahaan yang sangat sukses, bahkan lebih sukses dibandingkan perusahaan konvensional.

Startup juga dapat menjadi sarana untuk menciptakan lapangan kerja dan menyediakan solusi untuk masalah yang belum terpecahkan.

Baca juga: Bagaimana Cara Membuat Sebuah Produk MVP?

5 Langkah Merintis Startup Yang Wajib Kamu Tahu

Setelah kita tahu apa definisi dari startup itu sendiri, langkah selanjutnya adalah mulai meng-eksekusi ide yang ingin kita jadikan produk dan dan tentunya untuk dijual.

Beberapa langkah penting yang dapat kita tempuh untuk mulai merintis startup antara lain:

Menemukan Ide Bisnis

Ini adalah tahap paling awal dalam perjalanan merintis startup, di mana kita menemukan ide bisnis yang inovatif dan menarik untuk dieksekusi.

Bagaimana cara mendapatkan ide ini? ada banyak cara, salah satunya adalah ketika kita menemukan jalan keluar dari satu masalah yang belum pernah terpikirkan sebelumnya.

Ide ini juga bisa kita dapatkan melalui hasil riset pasar, melakukan survei, atau mengikuti kompetisi startup untuk menemukan ide bisnis yang sesuai.

Pada tahap ini, biasanya kita akan melakukan riset pasar untuk mengetahui kebutuhan, trend, ataupun masalah yang belum terselesaikan yang ada di lapangan (pasar).

Contohnya melakukan survei pada calon pelanggan potensial, kita juga dapat mencari inspirasi dari masalah yang pernah kita alami atau dari suatu kebutuhan pasar yang belum terpenuhi.

Menyusun Rencana Bisnis – Business Plan

Setelah menemukan ide bisnis yang sesuai, selanjutnya adalah menyusun rencana bisnis atau biasa disebut Business Plan.

Di mana pada step ini kita diwajibkan untuk kmenjelaskan secara detail ide bisnis yang ingin kita kembangkan, Isi Business Plan sendiri harus sedetail mungkin, seperti produk atau jasa yang akan ditawarkan, target pasar, strategi pemasaran, kelemahan pasar, kompetitor, dan tentunya hal yang menjadi bottom line adalah budgeting.

Mendapatkan Dana

Pada step ini, kita diwajibkan telah menyelesaikan semua step pertama hingga kedua, karena pada step ini lah kita biasanya akan bertemu dengan investor ataupun orang yang akan memberikan modal, ataupun melalui program pendanaan usaha.

Karena untuk mendirikan perusahaan, apapun bentuknya, sudah pasti kita akan butuh modal bukan? Dan di sinilah kita bisa harus mendapatkan dana untuk memulai bisnis yang ingin kita kembangkan.

Kita dapat mencari dana dari berbagai sumber, seperti angel investor, kompetisi startup, atau program pendanaan usaha.

Sebagai informasi, tidak ada salahnya juga jika kita mencari dana melalui metode crowdfunding, misalkan dari keluarga, teman, atau menggunakan dana pribadi dari masing-masing tim.

Membentuk Perusahaan

Untuk sampai di langkah ini, artinya kita telah melalui 3 step pertama hingga step paling krusial yaitu step ketiga.

Langkah selanjutnya adalah membentuk perusahaan yang berbadan hukum. Kita harus mendaftarkan perusahaan ke badan hukum dan mengurus semua dokumen yang diperlukan. Karena pada step ini akan berhubungan langsung dengan step ke 3 jika memang kita memiliki investor yang tertarik untuk menanam sahamnya di startup rintisan kita.

Kita diharuskan untuk membuat anggaran dasar dan anggaran operasional perusahaan, menetapkan struktur organisasi, dan menunjuk komisaris dan direksi, atau biasa disebut C-Level startup.

Menjalankan Operasi Bisnis

Di langkah inilah mental dan skill kita akan diuji dalam merintis startup. Karena kita akan mulai menjalankan ide yang kita gagas hingga step ketiga.

Dan jangan senang dulu, tidak jarang pada step ini banyak perusahaan startup yang akhirnya gagal!

Tapi juga jangan pesimis dulu ya….

Jika memang ide bisnis step pertama hingga ketiga telah kita susun dengan matang, dan ide bisnis yang kita eksekusi memiliki prospek yang baik. Tentu saja pada step ini akan terasa lebih menantang dan yang pasti semakin memotivasi ~Dijamin!.

Pada step ini, kita harus menjalankan perusahaan sepenuhnya, termasuk mengelola perusahaan kita dengan baik, mengembangkan produk atau jasa yang akan dijual atau ditawarkan, serta melakukan pemasaran untuk menarik minat calon pelanggan.

Kita juga akan mengelola keuangan perusahaan, mengurus administrasi bisnis serta pembayaran pajak, dan yang pasti membuat laporan keuangan untuk investor ataupun pemilik saham.

Kita juga diwajibuntuk untuk bisa mengelola dan mengembangkan tim yang kuat, mengawasi kinerja perusahaan, dan melakukan perubahan yang diperlukan untuk mencapai tujuan perusahaan Anda.

Karena di luar sana, banyak startup yang akhirnya gagal karena missmanagement alias kesalahan dalam memanage perusahaan.

Baca juga: Apa Itu CEO?

Apa saja peran, tugas, dan tanggung jawab CEO?

Hal Yang Perlu Dihindari Ketika Merintis StartUp

Langkah mendirikan perusahaan startup
Langkah mendirikan perusahaan startup

Selain aturan main yang perlu kita ikuti seperti di atas, ada beberapa hal yang tidak wajib namun perlu kita hindari ketika sedang merintis startup.

Antara lain:

Memulai bisnis tanpa melakukan riset pasar yang cukup

Riset pasar sangatlah penting untuk mengetahui kebutuhan pasar, tren pasar, dan kompetitor.

Hal ini akan sangat membantu kita untuk mengembangkan produk atau jasa yang sesuai dengan kebutuhan pasar serta membuat business plan yang lebih matang.

Mengabaikan masalah keuangan

Masalah keuangan merupakan bagian penting dalam merintis startup agar bisnis bisa tetap berjalan.

Oleh karenanya, siapkanlah rencana keuangan yang baik dan matang, serta mengatur keuangan / cash flow perusahaan sebijak mungkin sedari awal.

Wajib hukumnya untuk membuat laporan keuangan yang akurat dan mengikuti perkembangan keuangan perusahaan secara berkala.

Menolak untuk menerima kritik atau masukan

Ingat, dalam merintis startup tidaklah sama seperti menjalankan organisasi kampus, di mana kita seringkali tidak menerima kritik ataupun saran karena telah merasa senior.

Kita bukan lagi anak SMA yang maunya menang sendiri ataupun mahasiswa yang baru saja lulus.

Dunia bisnis sudah pasti berbeda jauh dengan dunia remaja, pada titik ini, kita harus siap menerima kritik ataupun masukan dan mengevaluasi kembali ide bisnis yang sedang kita jalankan.

Hal tersebut tentu akan membantu kita untuk meningkatkan produk atau jasa untuk kemudian menyesuaikannya kembali dengan business plan yang sebelumnya kita buat.

Tidak fokus / Melakukan terlalu banyak hal sekaligus

Banyak perusahaan startup yang gagal karena pimpinan mereka tidak fokus pada bisnis yang sedang digelutinya.

Jadi, wajib hukumnya untuk kita tetap fokus pada satu atau dua hal saja dan melakukannya sebaik mungkin.

Jangan terlalu banyak mencoba untuk melakukan banyak hal sekaligus karena itu justru akan membuat kita hilang fokus saat meng-eksekusi business plan.

Tidak memperhatikan regulasi

Kita juga diwajibkan untuk memperhatikan regulasi dan peraturan yang berlaku di tempat kita menjalankan bisnis. Baik itu peraturan dengan investor, tim, dan calon client.

Melepaskan tanggung jawab perusahaan

Merintis startup mebutuhkan mental yang kuat serta proses yang tidaklah sebentar.

Ada banyak hal menantang dan membutuhkan mental serta kontrol yang kuat.

Jika kita adalah CEO dari perusahaan tersebut, wajib hukumnya untuk menjadi pemimpin yang kuat dan menjaga kemudi perusahaan Anda agar dapat mencapai goals yang telah disepakati bersama (Jangan kecewakan investor).

Menunda-nunda pembuatan keputusan

Dalam merintis startup ataupun bisnis, keputusan yang cepat dan tepat sangat penting. Kita harus belajar untuk membuat keputusan dengan cepat dan mengeksekusi dengan baik.

Karena pada titik inilah seringkali nasib startup ditentukan. Ingat! Go Big or Go Broke!

Terlalu fokus pada kompetisi

Ingat! Kita di posisi ini, kita sedang merintis startup atau perusahaan milik kita sendiri. Bukan mengerjalan bisnis milik kompetitor.

Jadi, fokuslah pada goals dari business plan yang telah kita buat, jangan fokuskan waktu kita pada kompetitor. Karena jika kita hanya berfokus pada kompetitor, kita akan melupakan goals utama kita, dan hal inilah yang sering terjadi pada mereka yang merintis startup.

Jadi wajib hukumnya untuk tetap fokus pada produk yang kita miliki, karena hal inilah yang akan membuat kita terus meningkatkan produk atau jasa kita untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Conclusion

Well, cukup banyak memang yang harus kita hindari ketika merintis startup, tapi itu semua bukanlah tanpa alasan bukan? Untuk sukses tentu saja akan ada banyak pantangan yang haram hukumnya untuk kita langgar! Dan itu sudah pasti.

Di akhir kata, Speed is the key, semakin cepat kita merealisasikan ide kita, maka semakin cepat juga kita mencapai puncak.

Seperti halnya sebuah pesawat terbang yang sedang terbang horizontal, ia tidak akan langsung jauh ke tanah meskipun terjadi Engine Failure, begitupun dengan merintis startup.

So, apa idemu untuk mulai merintis startup?


Baca juga:

Leave a Comment